Daerah ini dikenal sebagai "Bumi Seni" karena memiliki
warisan seni dan budaya yang sangat kaya dan mendalam. Julukan ini bukan tanpa
alasan, karena Gianyar memang menjadi pusat berbagai jenis kesenian tradisional
Bali, seperti:
1. Seni Tari, Gianyar terkenal sebagai tempat berkembangnya berbagai
tarian Bali, seperti: Tari Legong Tari Barong Tari Kecak (khususnya di daerah
Ubud)
2. Seni Lukis, Gianyar, terutama Ubud, menjadi rumah bagi banyak pelukis
Bali dan internasional. Aliran lukisan tradisional Bali seperti lukisan wayang
dan lukisan gaya Ubud berkembang di sini.
3. Seni Musik Gamelan Bali, dan alat musik tradisional lainnya masih
sangat hidup di Gianyar. Musik ini biasanya dimainkan saat upacara adat,
pertunjukan tari, dan festival.
Gianyar telah dinobatkan sebagai Kota Kerajinan Dunia oleh UNESCO, yang menandakan bahwa daerah ini memiliki kerajinan tangan yang unik dan berkualitas tinggi, seperti ukiran kayu, keramik, dan berbagai bentuk seni lainnya.
Jenis Kerajinan Unggulan Gianyar :
1. Ukiran Kayu (Desa Mas, Batubulan) : Patung dan ornamen bernilai artistik tinggi.
2. Kerajinan Perak & Emas (Desa Celuk) : Perhiasan dan benda seni dengan detail rumit.
3. Lukisan Tradisional (Ubud, Pengosekan) : Karya seni gaya Kamasan, Ubud, dan modern.
4. Tenun & Batik : Kain tradisional Bali dengan motif unik.
5. Keramik & Gerabah(Desa Pejaten) : Pot, vas, dan barang rumah tangga bernilai seni.
Gianyar dijuluki "Bumi Seni" karena menjadi pusat kerajinan tradisional Bali seperti ukiran kayu, lukisan, dan perak. Sementara itu, sebutan "Bumi Pariwisata" muncul karena Gianyar (khususnya Ubud) menawarkan beragam atraksi wisata alam dan budaya, seperti:
1. Pemandangan alam (Tegallalang, Sungai Ayung)
2. Seni & budaya (pertunjukan tari, museum seni, desa pengrajin)
3. Pengalaman spiritual (pura, yoga, retreat)
Kombinasi seni, budaya, dan alam inilah yang membuat Gianyar populer di kalangan wisatawan dunia.